SI PATEN

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Jumat, 17 April 2026

Apel Pagi di Polres Pasaman Barat, Wakapolres Ingatkan Anggota Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat

  

Pasaman Barat – Wakapolres Pasaman Barat memimpin langsung pelaksanaan apel pagi yang digelar di halaman Markas Komando (Mako) Polres Pasaman Barat, pada hari kerja ini sebagai bagian dari rutinitas pembinaan internal serta pengecekan kesiapan personel dalam menjalankan tugas kepolisian.

Apel pagi tersebut diikuti oleh para pejabat utama Polres Pasaman Barat, perwira staf, bintara, ASN Polri, serta seluruh personel yang hadir sesuai dengan jadwal dinas. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat sebagai wujud disiplin serta tanggung jawab anggota Polri dalam mengawali tugas harian.

Dalam arahannya, Wakapolres Pasaman Barat menegaskan bahwa apel pagi bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan bentuk pengecekan kedisiplinan serta kesiapan anggota sebelum menjalankan pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa seluruh personel harus selalu menjaga sikap profesional, meningkatkan etos kerja, serta memperkuat soliditas antar anggota.

Wakapolres juga mengingatkan agar seluruh personel tetap menjaga citra Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan pelayanan yang humanis, cepat, dan tepat. Menurutnya, Polri merupakan institusi yang selalu menjadi perhatian publik, sehingga setiap tindakan personel harus mencerminkan nilai-nilai kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab.

Selain itu, Wakapolres turut menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi berbagai situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Pasaman Barat. Personel diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat patroli, serta mengoptimalkan langkah-langkah preventif guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres Pasaman Barat juga mengingatkan seluruh anggota agar menjaga kesehatan dan kebugaran fisik. Hal ini penting agar personel tetap prima dalam menjalankan tugas di lapangan, terutama dalam memberikan pelayanan, pengamanan kegiatan masyarakat, serta penanganan berbagai laporan yang masuk.

Ia menambahkan bahwa Polres Pasaman Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Oleh karena itu, seluruh personel diminta bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan, serta menjunjung tinggi kode etik kepolisian.

Apel pagi kemudian ditutup dengan pengecekan personel serta penyampaian informasi kedinasan terkait agenda kegiatan yang akan dilaksanakan oleh masing-masing satuan fungsi di lingkungan Polres Pasaman Barat.

Kegiatan apel pagi ini menjadi salah satu langkah nyata Polres Pasaman Barat dalam membangun kedisiplinan internal sekaligus memastikan seluruh personel siap menjalankan tugas untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

FITO.

Kamis, 16 April 2026

AKBP Agung Tribawanto Hadirkan Rasa Aman, Patroli Polisi Menyasar Pasar Hingga Pemukiman

  


PASAMAN BARAT
 | Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., jajaran kepolisian terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kegiatan patroli rutin yang menyentuh langsung kehidupan warga.

Polres Pasaman Barat sebagai satuan kewilayahan Polda Sumatera Barat yang bermarkas di Jalan Soekarno Hatta No. 60, Simpang Empat, menjadi garda terdepan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.

Dalam berbagai kesempatan, AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa patroli bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata kehadiran negara melalui Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Kegiatan patroli yang dilakukan, baik dalam bentuk Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) maupun Patroli Samapta Presisi, menyasar berbagai titik strategis seperti pasar tradisional, pusat keramaian, jalur lintas, hingga kawasan pemukiman warga.

Terlihat dalam pelaksanaan patroli, personel kepolisian tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga aktif berinteraksi dengan masyarakat, menyapa pedagang, berdialog dengan warga, serta memberikan imbauan kamtibmas secara humanis.

Menurut AKBP Agung Tribawanto, pendekatan humanis menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, sehingga masyarakat merasa nyaman dan tidak segan untuk berkoordinasi dengan aparat.

“Patroli ini bukan hanya untuk mencegah tindak kejahatan, tetapi juga memastikan masyarakat merasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar AKBP Agung Tribawanto dalam keterangannya.

Kehadiran polisi di lapangan terbukti mampu memberikan efek preventif terhadap potensi gangguan kamtibmas, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri masyarakat dalam beraktivitas, baik di siang maupun malam hari.

Di sejumlah titik pasar, personel Polres Pasaman Barat tampak menyatu dengan aktivitas warga, mengawasi situasi sekaligus memastikan tidak terjadi tindak kriminalitas seperti pencopetan, penipuan, maupun gangguan lainnya.

Selain itu, patroli malam hari juga menjadi perhatian serius, mengingat potensi kerawanan yang meningkat pada waktu tersebut, terutama di kawasan sepi dan jalur-jalur tertentu.

AKBP Agung Tribawanto juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam merespons setiap laporan masyarakat secara cepat dan tepat, sebagai bentuk pelayanan prima kepolisian.

Tidak hanya itu, patroli juga dimanfaatkan sebagai sarana deteksi dini terhadap potensi konflik sosial maupun gangguan keamanan lainnya yang bisa muncul sewaktu-waktu.

Dengan pola patroli yang terencana dan berkelanjutan, Polres Pasaman Barat mampu menjaga stabilitas keamanan wilayah secara optimal, sekaligus menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi yang mengedepankan prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, AKBP Agung Tribawanto terus mendorong jajarannya untuk bekerja secara profesional, modern, dan terpercaya dalam melayani masyarakat.

Komitmen tersebut tercermin dari konsistensi pelaksanaan patroli yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata di lapangan.

Masyarakat pun menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan Polres Pasaman Barat, karena merasakan langsung manfaat dari kehadiran polisi di tengah kehidupan mereka.

Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Pasaman Barat dapat terus terjaga dalam kondisi aman, damai, dan kondusif.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan intensitas patroli serta pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab dalam menjaga keamanan wilayah.

Ke depan, Polres Pasaman Barat berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui kinerja yang nyata dan berkelanjutan.

Catatan Redaksi

Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya simbol keamanan, tetapi juga wujud nyata pelayanan dan pengayoman negara. Konsistensi dan pendekatan humanis menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik yang kuat.

TIM RMO

Rabu, 15 April 2026

Program Kombes Pol. Reza Cas Jadikan Anak-anak Lebih Paham Tertib Berlalu Lintas

 


PADANG, SUMBAR | Suasana ceria dan penuh semangat tampak mewarnai kegiatan edukasi tertib berlalu lintas yang digelar oleh jajaran Polantas Polda Sumatera Barat di lingkungan TK Kemala Bhayangkari. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bagaimana pendekatan humanis Polri semakin dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian edukasi yang disampaikan dengan cara menarik, interaktif, dan mudah dipahami. Mereka diajak mengenal rambu-rambu lalu lintas, pentingnya keselamatan di jalan, serta kebiasaan disiplin sejak usia dini.

Nama Kombes Pol. Reza Cas, S.H., S.I.K., M.H sebagai Dirlantas Polda Sumbar menjadi sosok sentral di balik terselenggaranya kegiatan edukatif ini. Di bawah arahannya, Polantas Polda Sumbar terus berinovasi menghadirkan program-program yang menyentuh langsung masyarakat.

Edukasi yang diberikan tidak sekadar teori, melainkan dikemas dalam bentuk praktik sederhana yang membuat anak-anak lebih cepat memahami. Dengan pendekatan yang ramah dan penuh kehangatan, suasana belajar pun terasa menyenangkan.

Kehadiran para personel Polantas disambut hangat oleh pihak sekolah dan para guru yang turut mendampingi kegiatan. Mereka mengapresiasi langkah nyata Polri dalam membangun kesadaran berlalu lintas sejak usia dini.

Kombes Pol. Reza Cas menekankan pentingnya membentuk karakter disiplin berlalu lintas sejak anak-anak, sebagai fondasi utama dalam menciptakan budaya tertib di masa depan. Hal ini sejalan dengan visi Polri untuk hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Program edukasi seperti ini menjadi bagian dari komitmen Polantas Polda Sumbar dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Dengan memberikan pemahaman sejak dini, diharapkan generasi mendatang lebih sadar akan pentingnya keselamatan.

Anak-anak terlihat sangat menikmati kegiatan, mulai dari mendengarkan penjelasan hingga mengikuti simulasi sederhana. Bahkan beberapa di antaranya tampak aktif bertanya dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh petugas.

Polantas Polda Sumbar menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang menyenangkan mampu memberikan dampak positif yang lebih besar. Hal ini juga menjadi cerminan bahwa Polri semakin dekat dengan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.

Semangat Polri untuk masyarakat benar-benar terasa dalam kegiatan ini. Tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat sejak usia dini.

Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, para personel mampu menciptakan suasana yang tidak membosankan. Anak-anak pun lebih mudah menyerap pesan yang disampaikan.

Kombes Pol. Reza Cas terus mendorong jajarannya untuk aktif turun ke lapangan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membangun kepercayaan publik terhadap Polri.

Kegiatan ini juga menjadi ajang memperkenalkan sosok polisi sebagai sahabat anak, bukan sosok yang menakutkan. Hal ini penting dalam membentuk persepsi positif sejak dini.

Polantas Polda Sumbar yang dikenal rancak bana kembali menunjukkan eksistensinya melalui kegiatan yang bermanfaat dan penuh makna. Inovasi dan kreativitas terus dikedepankan dalam setiap program.

Edukasi tertib berlalu lintas ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Sumatera Barat. Dengan demikian, kesadaran berlalu lintas dapat tumbuh secara merata.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk sekolah dan orang tua, menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Kolaborasi ini menciptakan sinergi positif dalam membangun generasi yang disiplin.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban. Di akhir acara, anak-anak tampak bahagia dan mendapatkan pengalaman baru yang berharga.

Langkah yang diinisiasi oleh Kombes Pol. Reza Cas ini menjadi bukti bahwa Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang modern, humanis, dan dipercaya masyarakat.

Dengan semangat pengabdian yang tinggi, Polantas Polda Sumbar terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam bidang keselamatan berlalu lintas.

Polri untuk masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan nyata dirasakan melalui kegiatan seperti ini. Edukasi, kedekatan, dan pelayanan menjadi satu kesatuan yang terus dijaga.

TIM RMO

AKBP Agung Tribawanto Pastikan Personel Dalmas Polres Pasaman Barat Sigap dan Santun

 


PASAMAN BARAT
 | Rabu pagi (15/4/2026), halaman Polres Pasaman Barat tampak berbeda. Barisan personel berseragam lengkap membentuk formasi rapi, perlengkapan Dalmas tertata, dan instruksi terdengar tegas namun terukur. Latihan pengendalian massa (Dalmas) hari itu bukan sekadar rutinitas, melainkan gambaran nyata kesiapsiagaan yang dibangun di bawah komando AKBP Agung Tribawanto.

Sebanyak 120 personel dilibatkan. Mereka terdiri dari tim negosiator, Dalmas awal, Dalmas lanjutan, hingga tenaga kesehatan lapangan. Setiap unsur memiliki peran yang saling terhubung, membentuk satu kesatuan taktis yang siap digerakkan kapan pun dibutuhkan.

Bagi AKBP Agung Tribawanto, Dalmas bukan hanya soal barisan tameng dan helm. Lebih dari itu, Dalmas adalah tentang kendali emosi, kecermatan membaca situasi, serta kemampuan bertindak tanpa melampaui batas kemanusiaan.

Melalui koordinasi Kompol Tarpi Niswar selaku Kabag SDM, latihan difokuskan pada penguatan formasi, ketepatan penggunaan perlengkapan, serta simulasi skenario pengamanan unjuk rasa dengan pendekatan humanis.

Gerakan demi gerakan diperagakan dengan disiplin. Formasi Dalmas awal diperkuat, disusul Dalmas lanjutan yang menjadi lapis pengendali ketika situasi meningkat. Semua bergerak sesuai standar operasional prosedur.

Di sela latihan, ditekankan kembali bahwa kemampuan teknis harus berjalan seiring dengan pemahaman hak asasi manusia. Setiap personel diingatkan bahwa pengendalian massa bukan berarti membungkam, tetapi menjaga agar penyampaian pendapat tetap aman dan tertib.

AKBP Agung Tribawanto menilai, latihan seperti ini menjadi penyegaran penting atas materi yang telah diterima personel saat pendidikan. Ingatan taktis diasah kembali agar respons di lapangan tidak ragu.

Simulasi juga menempatkan tim negosiator pada peran sentral. Komunikasi efektif dengan koordinator aksi menjadi kunci agar situasi tidak berkembang ke arah yang tidak diinginkan.

Pendekatan humanis menjadi benang merah seluruh rangkaian latihan. Prinsip Polri Presisi diterjemahkan dalam gerakan nyata: profesional, proporsional, dan efektif.

Tenaga kesehatan lapangan pun disiagakan sebagai bagian dari skenario. Hal ini menunjukkan bahwa setiap kemungkinan telah diantisipasi, termasuk penanganan cepat bila terjadi kondisi darurat.

Menurut Kompol Tarpi Niswar, latihan Dalmas bukan hanya kesiapan fisik, tetapi juga penguatan mental. Ketahanan psikologis personel menjadi faktor penting saat berhadapan dengan massa dalam jumlah besar.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa personel harus mampu membedakan pendekatan di setiap situasi. Tidak semua kerumunan disikapi dengan cara yang sama; kecermatan membaca kondisi adalah kunci.

Latihan berlangsung dinamis. Aba-aba komando, perpindahan formasi, hingga simulasi tekanan massa diperagakan secara bertahap dan terukur.

Kegiatan ini juga menjadi evaluasi internal. Setiap gerakan dikoreksi, setiap kekurangan diperbaiki di tempat, memastikan tidak ada celah saat tugas nyata datang.

Bagi jajaran Polres Pasaman Barat, kesiapsiagaan bukan slogan. Ia dibangun melalui latihan rutin, disiplin, dan komitmen menjaga keamanan masyarakat tanpa mengesampingkan nilai kemanusiaan.

Latihan Dalmas akan terus digelar secara berkala. Harapannya, setiap personel selalu berada dalam kondisi siap, sigap, santun, dan profesional.

Di halaman Mapolres itu, pesan AKBP Agung Tribawanto terasa jelas: pengendalian massa adalah tentang menjaga ketertiban, melindungi masyarakat, dan memastikan hukum hadir dengan cara yang beradab.

TIM RMO

Senin, 13 April 2026

AKBP Agung Tribawanto Pimpin Pengungkapan Kasus Pembunuhan yang Mengguncang Warga

  

PASAMAN BARAT | Kepolisian Resor Pasaman Barat menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap seorang pensiunan aparatur sipil negara dengan menghadirkan tersangka dan para saksi secara langsung dalam 36 adegan yang diperagakan secara rinci di halaman Mapolres, Senin, 13 April 2026.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa rekonstruksi tersebut merupakan bagian penting dalam proses penyidikan guna mengungkap secara terang rangkaian peristiwa serta memperkuat alat bukti. Ia memastikan seluruh tahapan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

AKBP Agung Tribawanto menjelaskan, tersangka berinisial NJ, 39 tahun, memperagakan langsung perbuatannya dalam rekonstruksi tersebut, sementara peran korban, Khoiron Lubis, 65 tahun, warga Nagari Pematang Panjang, diperankan oleh pengganti.

Dalam pelaksanaannya, rekonstruksi turut dihadiri Tim Inafis Polres Pasaman Barat, perwakilan kejaksaan, serta kuasa hukum tersangka. Menurut AKBP Agung Tribawanto, kehadiran berbagai pihak ini menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi dan aspek legalitas dalam proses hukum.

Rekonstruksi sengaja dilaksanakan di halaman Mapolres guna menjamin keamanan serta kelancaran kegiatan. AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa meski dilakukan di lokasi berbeda dari tempat kejadian perkara, seluruh adegan tetap disesuaikan dengan fakta sebenarnya di lapangan.

Kaur Bin Ops Sat Reskrim Iptu Suardi menjelaskan, awalnya penyidik hanya merancang 28 adegan. Namun, dalam pelaksanaannya berkembang menjadi 36 adegan setelah disesuaikan dengan hasil penyidikan di tempat kejadian perkara.

AKBP Agung Tribawanto menilai penambahan adegan tersebut justru memperjelas konstruksi perkara, sehingga memudahkan penyidik dalam mengungkap fakta secara utuh terkait perbuatan tersangka.

Dalam rekonstruksi, diperagakan rangkaian kejadian sejak tersangka mendatangi pondok kebun milik korban hingga melakukan aksi pembunuhan yang kemudian diikuti tindak pencurian.

AKBP Agung Tribawanto mengungkapkan bahwa motif pembunuhan diduga dipicu rasa sakit hati tersangka akibat upah kerja sebesar Rp8 juta yang tidak dibayarkan korban sejak tahun 2022 hingga 2024.

Dari hasil rekonstruksi, tersangka juga mengakui telah merencanakan perbuatannya sejak 2 Februari 2026, saat mengalami kesulitan ekonomi dan membutuhkan biaya hidup serta pendidikan anak.

AKBP Agung Tribawanto menjelaskan, tersangka kemudian mendatangi pondok korban, mencongkel pintu, lalu memukul kepala korban menggunakan balok kayu hingga korban terjatuh.

Tidak berhenti di situ, tersangka melanjutkan aksinya dengan mencekik leher korban untuk memastikan korban meninggal dunia. Fakta ini, menurut AKBP Agung Tribawanto, semakin menguatkan unsur kesengajaan dalam tindak pidana tersebut.

Setelah melakukan pembunuhan, tersangka mengambil sejumlah barang milik korban, termasuk uang tunai, telepon genggam, powerbank, serta sepeda motor yang kemudian digunakan untuk melarikan diri ke wilayah Sumatera Utara.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di sebuah pondok kebun di Jorong Aek Geringging, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, pada Jumat dini hari, 6 Februari 2026 sekitar pukul 01.00 WIB.

Dalam aspek hukum, AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa tersangka dijerat Pasal 459 juncto Pasal 458 ayat 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait pembunuhan berencana.

Ancaman hukuman yang dihadapi tersangka tidak ringan, yakni pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun. AKBP Agung Tribawanto memastikan proses hukum akan berjalan hingga tuntas.

Ia juga menegaskan bahwa jajarannya terus melengkapi alat bukti dan mempercepat pemberkasan perkara agar segera dapat dilimpahkan ke tahap penuntutan.

AKBP Agung Tribawanto menambahkan, penanganan kasus ini menjadi bukti komitmen Polri dalam memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penyelesaian konflik secara bijak agar tidak berujung pada tindakan kriminal yang merugikan semua pihak.

Catatan redaksi: Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat tentang bahaya konflik yang tidak terselesaikan dengan baik. Penegakan hukum yang tegas oleh kepolisian diharapkan mampu memberikan efek jera serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

TIM RMO

Sabtu, 11 April 2026

Kapolres Pasaman Barat Ikuti Road To Kemala Run 2026 Polda Sumbar, Dukung Gaya Hidup Sehat Personel Polri

  


PADANG — Kapolres Pasaman Barat turut melaksanakan dan menghadiri kegiatan olahraga bersama yang diselenggarakan oleh Polda Sumatera Barat dalam rangka Road To Kemala Run 2026. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan personel kepolisian dari berbagai satuan wilayah, termasuk jajaran Polres Pasaman Barat yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan kesehatan jasmani dan kekompakan institusi.

Kegiatan Road To Kemala Run 2026 ini menjadi salah satu agenda penting Polda Sumbar dalam membangun semangat olahraga, sekaligus mempersiapkan personel untuk menghadapi event Kemala Run yang lebih besar pada tahun 2026 mendatang. Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antar anggota Polri dari berbagai wilayah di Sumatera Barat.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Pasaman Barat terlihat hadir bersama personel dan turut menyemarakkan suasana kegiatan dengan penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi lari bersama, pemanasan, hingga sesi dokumentasi sebagai bentuk partisipasi dalam event besar yang diprakarsai Polda Sumbar.

Kapolres Pasaman Barat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program Polda Sumbar dalam meningkatkan kualitas kesehatan personel Polri. Menurutnya, olahraga bukan hanya sekadar aktivitas fisik, namun juga menjadi sarana penting untuk membangun mental yang kuat, menjaga daya tahan tubuh, serta meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas kepolisian di lapangan.

“Melalui kegiatan Road To Kemala Run 2026 ini, kita ingin menumbuhkan semangat hidup sehat dan kebersamaan. Personel Polri dituntut selalu prima, karena tugas kepolisian membutuhkan fisik yang kuat dan mental yang tangguh,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan olahraga bersama ini juga dapat mempererat solidaritas antar personel, sehingga sinergi dan kerja sama di lingkungan Polri semakin kuat. Hal tersebut sangat penting dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menjalankan berbagai agenda pengamanan yang menjadi tanggung jawab Polri.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga dinilai mampu menjadi sarana positif untuk membangun citra Polri di tengah masyarakat. Dengan aktif mengikuti kegiatan olahraga yang sehat dan bermanfaat, Polri dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan aktif.

Dalam kesempatan itu, para personel Polres Pasaman Barat yang mengikuti kegiatan juga menunjukkan semangat luar biasa. Bahkan beberapa personel tampak mengenakan medali sebagai bukti partisipasi dan pencapaian dalam kegiatan tersebut.

Road To Kemala Run 2026 sendiri merupakan program yang digagas sebagai langkah awal menuju pelaksanaan event olahraga berskala lebih besar yang akan diselenggarakan pada tahun 2026. Event ini diperkirakan akan menjadi ajang yang melibatkan banyak peserta dari berbagai kalangan, baik internal Polri maupun masyarakat umum.

Kapolres Pasaman Barat berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin, karena selain meningkatkan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk tetap menjaga kebugaran dan semangat kerja.

“Dengan tubuh yang sehat, personel akan lebih maksimal dalam melayani masyarakat. Kita harapkan kegiatan seperti ini menjadi budaya positif di lingkungan Polri,” tutup Kapolres.

Kegiatan Road To Kemala Run 2026 Polda Sumbar berjalan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias hingga akhir acara, sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat kekompakan serta semangat Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

FITO.

Kamis, 09 April 2026

Bangun Kebersamaan dan Sportivitas, Rutan Kelas IIB Padang Gelar Pekan Olahraga Warga Binaan

  

Padang — Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang menggelar pembukaan Pekan Olahraga yang melibatkan pegawai serta warga binaan, Kamis (9/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di lapangan Rutan tersebut menjadi simbol komitmen pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada penguatan nilai kemanusiaan.

Upacara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh jajaran pegawai dan warga binaan tampak hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan apel bersama. Momentum ini menjadi ruang interaksi yang jarang terjadi dalam suasana formal, namun tetap mengedepankan disiplin serta tata tertib yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Rutan Kelas IIB Padang, Mai Yudiansyah, yang bertindak sebagai pembina upacara, dalam amanatnya menegaskan bahwa pekan olahraga bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan yang bertujuan membangun mental positif, meningkatkan kesehatan jasmani, serta mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menumbuhkan semangat sportivitas, kebersamaan, dan rasa saling menghargai. Ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan yang lebih humanis, di mana warga binaan diberi ruang untuk berkembang secara positif,” ujar Mai Yudiansyah.

Ia juga menambahkan bahwa peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 harus dimaknai sebagai momentum refleksi bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan. Pendekatan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan reintegrasi sosial menjadi kunci utama dalam sistem pemasyarakatan modern.

Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengurangi kejenuhan warga binaan selama menjalani masa pidana. Berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan, seperti bola voli, sepak bola, catur, tarik tambang hingga permainan tradisional, diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih segar dan produktif di dalam lingkungan rutan.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan dimulai. Warga binaan bersama petugas tampak berbaur dalam semangat kompetisi yang sehat. Meski berada dalam lingkungan terbatas, semangat untuk berprestasi dan berpartisipasi tetap terpancar kuat dari setiap individu yang terlibat.

Namun demikian, kegiatan ini juga tidak lepas dari perhatian terhadap aspek pengamanan dan pengawasan. Pihak Rutan memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan dalam koridor aturan yang berlaku, dengan pengawasan ketat guna menjaga ketertiban dan keamanan.

Dari perspektif pembinaan, kegiatan olahraga seperti ini dinilai memiliki dampak positif yang signifikan. Selain meningkatkan kebugaran fisik, interaksi sosial yang terbangun dapat memperkuat nilai-nilai kebersamaan, disiplin, serta tanggung jawab—yang menjadi bekal penting bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.

Pekan olahraga ini direncanakan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan berbagai perlombaan yang melibatkan partisipasi aktif seluruh warga binaan dan petugas. Penutupan kegiatan nantinya akan diisi dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan partisipasi yang telah ditunjukkan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Padang berharap dapat terus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat, kondusif, dan berorientasi pada pembinaan yang bermartabat. Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 pun diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata dalam proses pembinaan menuju perubahan yang lebih baik.

.FITO.


Ad Placement

Intermezzo


Travel

Teknologi